MEDIOEN MANTU

DINAS PENDIDIKAN KOTA MADIUN BERPARTISIPASI DALAM GELARAN ACARA MEDION MANTU DALAM RANGKA HARI JADI KOTA MADIUN KE 104 TAHUN 2022

MADIUN – Pagelaran Medioen Mantu merupakan salah satu event besar dalam rangkaian Hari Jadi Kota Madiun ke 104 yang digelar pada (kemarin) hari Kamis tanggal 14 Juli 2022. Gelaran event Medioen Mantu ini bertempat di Rumah Dinas Walikota Madiun yang diikuti peserta sejumlah 9 pasang pengantin dari warga Kota Madiun yang kurang mampu atau yang berminat untuk dinikahkan oleh Pemerintah Kota Madiun yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Madiun

Dua hari menjelang acara Medioen Mantu di gelar,  telah  dipasang pisang sambung Tuwuh yang terdiri dari setundun pisang raja beserta batangnya, janur, cengkir gading, daun ringin dan kemuning yang berasal dari semua sekolah yang ada di Kota Madiun baik jenjang Pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di sepanjang jalan pahlawan dan Kompol Sunaryo, dimulai pemasangan dari Nol Kilometer sampai tikungan menuju stasiun Kereta Api. Tidak hanya sambung tuwuh, namun sekolah juga menyiapkan sepasang Putri Domas dan Manggolo  sebagai bagian dari proses Medioen Mantu yang berjajar mengikuti Sambung Tuwuh berdiri.

Mereka adalah peserta didik dari Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama, sebagaimana prosesi mantu adat Jawa bahwa sambung Tuwuh Putri Domas serta Manggolo merupakan Ubo Rampe yang Sakral yang memiliki filosofi doa keselamatan lahir batin dan simbol kebahagiaan untuk pasangan pengantin yang akan menjalani prosesi pernikahan. Dinas Pendidikan dalam hal ini merupakan salah satu yang berperan dalam suksesnya pemasangan sambung Tuwuh yang memecahkan Rekor Internasional sebagai Sambung Tuwuh terbanyak di dunia ini tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).”Dari 104 Sambung Tuwuh yang direncanakan terpasang, ternyata mencapai 201, sehingga kita tercatat di MURI, dan Sambung Tuwuh masih kental di daerah pedesaan, maka kita biarpun kota jangan meninggalkan adat ini.

Anak-anak sekarang juga harus tahu. Ini sebagai media pembelajaran juga” tutur Walikota Madiun. Maka dari itu, peserta didik dilibatkan dalam prosesi Medioen Mantu tersebut. Hal yang sama diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun, Lismawati bahwa anak-anak harus diberikan pemahaman tentang nilai-nilai kebudayaan, agar warisan leluhur dan adat tersebut tidak akan hilang. (nar/dok:sep/ni)

Leave a Reply

Your email address will not be published.