Kegiatan Pelatihan Peningkatan Guru Bimbingan dan Konseling Tahun 2019

LATAR BELAKANG
Perkembangan teknologi membawa dampak perubahan yang besar bagi pelajar di Indonesia. Jika tidak disikapi dengan benar oleh para guru Bimbingan Konseling (BK) maka akan melahirkan banyak kompleksitas masalah bagi siswa. Bimbingan dan konseling berperan penting dalam pendidikan. Tujuan bimbingan dan konseling membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap-tahap perkembangan dan predisposisi yang dimiliki serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya.
Dengan demikian jelas bahwa bimbingan dan konseling sangat berperan penting dalam mewujudkan proses pendidikan yang maksimal untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling, konselor dituntut agar dapat meningkatkan kompetensi dirinya sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan peningkatan kompetensi, pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling akan efektif, mencapai tujuan yang optimal dan konseli yang dibimbing dapat merasakan manfaat pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. kompetensi sangatlah penting bagi konselor, sebab klien yang dikonseling akan belajar dan mengembangkan kompetensi-kompetensi yang diperlukan untuk mencapai kehidupan yang efektif dan bahagia.
Konselor yang lemah fisiknya, lemah kemampuan intelektualnya, sensitif emosinya, kurang memiliki kemampuan dalam berhubungan sosial, dan kurang memahami nilai nilai moral maka dia tidak akan mampu mengajarkan komptensi-kompetensi tersebut kepada siswa. Dasar
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ;
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen ;
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 tetang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru ;
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru ;
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah ;
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah ;
Keputusan Kepala Dinas Penidikan Kota Madiun Nomor. 840-401.101/4975/2019 tanggal 20 Nopember 2019 tentang Panitia Workshop Peningkatan SDM Guru Bimbingan dan Konseling Tahun 2019. TUJUAN
Peserta Kegiatan Workshop Peningkatan SDM Guru Bimbingan dan Konseling mampu :
membantu guru-guru BK supaya bisa mengarahkan murid mengambil keputusannya sendiri bukan atas keputusan guru;
membantu dalam mengelola pendidikan sehingga bisa menolong para siswa berhasil dalam masa pembelajaran;
membantu guru BK dapat melaksanakan tugas sesuai dengan kemajuan jaman ;
memberikan ketrampilan kepada Guru BK untuk menyelesaikan konflik atau masalah antar pribadinya ;
menjadi contoh ketangguhan, optimisme, dan kreatifitas bagi seluruh siswa di sekolah. NARASUMBER :
Narasumber Kegiatan Workshop Peningkatan SDM Guru Bimbingan dan Konseling Tahun 2019
Drs. H. Maidi, SH, MM, M.Pd Walikota Madiun
Dr. Umi Dayati, M.Pd UM Malang
Endang Liliek U, S.Pd, M.Pd Pengawas SMP
Ineu Prihatiniwulan, APS, Spsi, Psi Psikolog
Seno Budi Santoso, S.Pd Ketua MKKS SMP Negeri MATERI :
Materi dalam kegiatan pelatihan ini meliputi : Kebijakan Pemerintah Kota Madiun (Panca Karya), Building Karakter Guru BK, Program Kerja BK, Bedah Kasus, Penyusunan Soal HOTS, Program Kerja MKKS PESERTA :
Peserta Kegiatan Workshop peningkatan SDM Guru Bimbingan Konseling Tahun 2019 sebanyak 48 orang (SMP Negeri-Swasta) se Kota Kota Madiun.
PELAKSANAAN :
Kegiatan Workshop peningkatan SDM Guru Bimbingan Konseling Tahun 2019 dilaksanakan pada :
Hari : Selasa – Kamis
Tanggal : 3,4,5 Desember 2019
Pukul : 07.00 s/d 16.00 WIB
Tempat : Gedung “GRAHA ADI WIYATA”
Dinas Pendidikan Kota Madiun Kegiatan di buka oleh Bapak Walikota Madiun Bp. Drs. H. MAIDI, SH, MM, M.Pd didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Bapak Drs. HERI WASANA. Koordinator Kegiatan : Kepala Seksi Pembinaan Guru (Gatot Susanto, S.Sos).